Mengapresiasi Sergio Busquets

quote-i-play-in-a-position-that-demands-hard-work-and-generosity-and-little-glamour-but-i-sergio-busquets-64-16-78Oh yang suka diving itu?”

“Peek a boo?”

“Sergio Busquets? Pemain Indonesia?”

“Gue yakin dia bakal ngoleksi Oscar lebih banyak dari Leonardo DiCaprio”

Percayalah, itu adalah jawaban fans sepak bola ketika disuruh mendeskripsikan – secara singkat – Sergio Busquets.

Atau anda bisa tanya ke teman/saudara/kakak/kerabat anda yang fans Barca, sudah barang pasti ia – yang notabenenya pendukung Barca – hanya menganggap Busquets sebagai pelengkap sebelas pemain di lapangan. Tidak lebih.

Jika anda hanya melihat sepak bola hanya dari sekedar gol, saya sarankan anda berhenti membaca tulisan ini sekarang juga. Karena selain membuang-buang waktu membaca tulisan ini, akan membuat anda mencari-cari alasan untuk membenci Busquets.

Tetapi jika anda masih bersikeras untuk tetap membaca tulisan ini, saya sarankan untuk mengubah pandangan anda dengan melihat sepak bola bukan hanya dari sekedar gol.

***

Sebelum pertandingan semifinal Liga Champions 2010 antara Inter Milan dan Barcelona di Camp Nou, tidak ada yang memberi perhatian khusus pada Busquets. Selain keberhasilan Inter Milan ke final pada tahun itu, pertandingan tersebut akan dikenal sebagai salah satu aksi teatrikal terbaik sepanjang sejarah sepak bola, Peek-a-boo.

Lakonnya? Siapa lagi kalau bukan Busquets yang sejak saat itu ditasbihkan sebagai pemain yang harus diwaspadai karena aksinya yang dapat mengelabui wasit di belahan dunia manapun.

Setelah kejadian itu Busquets pun mendapat ‘perhatian’ dari media, pemain, pelatih yang sebelumnya tidak ia dapatkan. Kebanyakan memberikan respon negatif ketika mendengar nama Busquets. Kebanyakan dari kita pun hanya menganggap Busquets sebagai pelengkap duo maestro gelandang tengah Barca kala itu, Xavi dan Iniesta.

Namun ada banyak hal yang tidak kita sadari, menuding Busquets sebagai pemain yang suka diving adalah satu hal, tapi menganggap Busquets sebagai pemain yang buruk? Lebih baik anda beribadah sesegera mungkin, karena itu akan menjadi dosa terbesar yang pernah dilakukan.

Jika kita membicarakan Busquets, kita membicarakan pemain yang memainkan final Liga Champions pertamanya pada usia 20 tahun. Pemain yang membuat Marcos Senna dan Yaya Toure out dari tim yang mereka bela (Spanyol dan Barcelona). Pemain yang membuat salah satu gelandang bertahan berpengalaman – Javier Mascherano – harus puas bermain sebagai centre-back ketika didatangkan Barcelona.

Dan parahnya lagi, Busquets meraih semua gelar yang tersedia di muka bumi ketika usianya ‘baru’ 24 tahun.

Buat anda yang masih membaca tulisan ini walaupun sudah saya sarankan untuk berhenti, itu adalah fakta yang tak bisa anda ganggu gugat di pengadilan manapun.

Anda boleh bilang saya gila, tapi saya percaya jika Ballon d’Or dinilai bukan dari seberapa sering kita mencetak gol,  Busquets akan meraih penghargaan itu setidaknya tiga sampai empat kali dalam karirnya. Busquets memang jarang mencetak gol, dalam 357 pertandingan ia mencatatkan namanya di papan skor hanya 12 kali dan memberikan assist sebanyak 23 kali.

Andres Iniesta pernah berujar bahwa yang membedakan pemain biasa dengan pemain hebat adalah pengambilan keputusan saat bermain, dan Busquets sangat ahli dalam hal itu. Busquets tahu kapan harus passingdribbling, crossing jauh, dan keeping ball.

Busquets melakukannya dengan ketepatan dan kejelian. Dan dibarengi dengan style-nya yang sangat elegan. Kalau anda tidak percaya silahkan lihat videonya di YouTube.

Kemampuannya juga sejalan dengan quotes dari salah satu legenda Barca, Johan Cruiff, “Sepak bola itu sederhana, tetapi bermain sepak bola dengan sederhana adalah hal yang paling sulit”.

Saya rasa Busquets adalah purwa rupa yang paling mendekati bermain sepak bola dengan sederhana. Dan jika anda masih tidak percaya, silahkan lihat videonya di YouTube. Atau, kalau anda mau, kita bisa bicara langsung sambil ngopi.

Busquets adalah paku. Sebuah paku di gedung megah yang tak seorang pun – mau – melihatnya. Tak tampak, tak menonjol, dan menyakitkan. Tetapi kita semua tahu bagaimana kondisi gedung megah tersebut tanpa keberadaan paku.

***

Berikut beberapa pendapat para ahli sepak bola kepada Sergio Busquets.

“Anda menonton pertandingan, anda tidak lihat Busquets. Anda menonton Busquets, anda melihat seluruh pertandingan” – Vicente Del Bosque

“Busquets adalah gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini, jika saya bisa bereinkarnasi menjadi pemain lagi, saya ingin menjadi pemain seperti dia” – Pep Guardiola

“Tanpa Busquets, Barcelona dan Spanyol tidak akan pernah meraih semua yang telah kami raih saat ini” – Xavi Hernandez

“Buat saya, Busquets adalah pemain terbaik di dunia. Dia tidak pernah bermain buruk, selalu memecahkan semua masalah” – Pacho Maturana (mantan pemain Colombia)

“Karena ada Busquets di lapangan, kenapa saya dan Xavi begitu tenang dan leluasa dalam bermain” – Andres Iniesta

“Secara posisi, dia tampak seperti pemain berpengalaman dengan atau tanpa bola. Dengan bola ia membuat hal yang sulit terlihat mudah. Ia menggulirkan bola dengan satu atau dua sentuhan. Tanpa bola, ia memberi kita pelajaran: berada di tempat yang tepat untuk intersep dan berjalan hanya untuk meng-cover bola” – Johan Cruijff

 

 

3 Januari 2016

Gambar: http://www.azquotes.com/picture-quotes/quote-i-play-in-a-position-that-demands-hard-work-and-generosity-and-little-glamour-but-i-sergio-busquets-64-16-78.jpg

Advertisements

3 thoughts on “Mengapresiasi Sergio Busquets

    1. Setuju mas hehe. Jadi ibaratnya kalo liat Gattuso, Nigel De Jong dkk kayak nonton Hulk membumihanguskan musuh2nya, tapi kalo liat Busquets, Pirlo dan sejenisnya kayak nonton Batman ‘ngadalin’ musuh2nya. Dua-duanya sama2 buat lawan ga berdaya, tapi kalo Batman, di benak kita selalu terpikir, “Gimana sih, cara dia melakukannya?” Hehehe.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s