Sepak Bola Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

404541_heroa

Di sepak bola, bukanlah hal yang asing melihat keanekaragaman terjadi dalam sebuah tim. Keanekaragaman itu bisa dilihat dari aspek universal seperti suku, agama, ras, budaya dan dari aspek khusus seperti sepatu, baju tanding, dan skin guard – kita biasa menyebutnya deker.

Sepak bola tidak mengenal ras Arya, ras Mongol, atau ras Negro. Satu-satunya ras yang ada di sepak bola ya, tidak lain, adalah ras sepak bola.

Begitupun dengan agama. Tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Buddha dalam sepak bola. Yang ada hanyalah tok sepak bola.

Saya percaya bahwa perbedaan ada untuk menciptkan persatuan. Menyatukan subjek dengan subjek lainnya. Menyatukan sebuah tim, menyatukan sebuah negara, menyatukan sepasang kekasih. Membuat subjek lebih baik atau lebih kuat dari sebelumnya.

Bukankah Barcelona yang penyerangnya diisi oleh MSN (Messi Suarez Neymar) akan lebih sulit dikalahkan, ketimbang Barcelona yang ketiga penyerangnya adalah MMM (Messi Messi Messi)?

Intinya, semakin banyak perbedaan, semakin kuat pula sinergi positif yang dimiliki.

***

Namun, di Indonesia (lagi-lagi negara ini) yang terjadi malah sebaliknya. Mengusung Ideologi Bhinneka Tunggal Ika – berbeda-beda tetapi tetap satu, dengan harapan menjadi negara yang lebih baik dan kuat dari sebelumnya.

Nyatanya, keanekaragaman suku, ras, agama, budaya di Indonesia malah menjadi alat buat warganya untuk memulai konflik antar sesama. Kalau anda tidak percaya, saya yakin anda belum mengenal negara ini dengan cukup baik.

Dimulai dari zaman Bapak Proklamator hingga Bapak Jokowi (saya belum mengetahui sebutannya), sudah barang pasti konflik yang terjadi nggak jauh-jauh dari perbedaan tersebut.

Namun perbedaannya kini sudah memasuki tahap yang lebih kompleks, seperti perbedaan faham, ideologi, dan keyakinan. Semua memikirkan fahamnya sendiri, semua memikirkan ideologinya sendiri, semua berpegang teguh pada keyakinannya masing-masing.

Saya – sampai sekarang – masih belum mengetahui jawaban dan solusi kenapa negara ini memiliki anomali yang begitu kusut, begitu runyam, dan begitu melelahkan. Tetapi itu tidak membuat saya menyerah dalam mencari jawaban dan solusi untuk negeri tercinta ini.

Dan menurut saya, jawabannya adalah sepak bola. Anda boleh bilang saya naif, polos, sok tahu atau apalah. Tapi saya yakin, sepak bola adalah jawaban dan solusi untuk memecahkan perbedaan dan konflik yang ada di Indonesia.

Kenapa saya begitu yakin dan begitu berani berkata bahwa sepak bola adalah jawaban dari kerunyaman yang melanda negeri kita?

Seperti yang saya sudah terangkan panjang lebar di paragraf awal, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan pelbagai perbedaan.

Tidak peduli anda suku Jawa, Sunda, Betawi, Batak. Di sepak bola, suku anda hanya satu, sepak bola. Tidak peduli kebudayaan anda dari Aceh, kebudayaan Bali, kebudayaan Kalimantan. Satu-satunya kebudayaan yang tersedia di sepak bola, hanyalah sepak bola itu sendiri.

Analoginya begini, ketika saya (semoga kelak) mencalonkan diri sebagai presiden, tentu saya punya banyak pendukung, banyak pengikut. Dan tentu saja saya punya banyak saingan, dan banyak pengikut saingan saya yang tentunya hanya melihat keburukan yang saya miliki.

Dan ketika saya (Alhamdulillah) menang pilpres, tentu saja saya senang, pengikut saya senang. Tapi apakah begitu juga dengan saingan saya? Dengan pengikut saingan saya? Saya rasa tidak. Mereka tetap keukeuh pada fahamnya, pada ideologinya, dan pada keyakinannya, walau ketidakbahagiaan melanda di jiwanya.

Dan sikap ketidakbahagiaan serta sikap tidak terima itulah yang kemudian menjadi cikal bakal konflik yang – sering – melanda negeri ini.

Namun itu semua tidak berlaku di sepak bola. Ambil contoh ketika kualifikasi Piala Asia U-19 tahun 2013 Indonesia melawan Korea Selatan. Kita semua, tanpa terkecuali, bersuka ria ketika Evan Dimas mencetak hattick untuk membawa Indonesia lolos ke Piala Asia.

Dan kita semua sungguh bangga ketika mengetahui itu adalah kemenangan pertama kita atas Korea Selatan dalam 42 tahun terakhir.

Atau contoh lain, di kejuaraan All England – bulu tangkis – kemarin, saya yakin tidak ada diantara kalian yang sedih hatinya ketika melihat Praveen/Debby menjuarai turnamen All England kategori ganda campuran.

Semua warga Indonesia dari Sabang sampai Marauke senang bukan kepalang ketika mendengarnya.

Tidak peduli anda yang di Aceh dengan menganut ideologi X dan anda yang di Tangerang Selatan dengan menganut ideologi Y. Tidak peduli anda yang di komisi 1 DPR dan anda yang bersih-bersih di gedung DPR.

***

Saya pernah membaca artikel yang berisi pendapat seorang penulis, ia berkata bahwa sepak bola memilki kans yang kuat untuk mengubah dan menyatukan sebuah negara. Saya setuju dengan hal itu.

Jadi, tolong, beri tahu saya, adakah hal yang bisa membuat 255 juta orang senang bukan kepalang, selain memenangi Piala Dunia?

14 Maret 2016

Gambar: goal.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s