Surat Untuk Pep Guardiola


Dear Pep Guardiola,

Sebelum membaca tulisan ini, silahkan ambil posisi duduk senyaman mungkin. Juga secangkir kopi, teh, atau susu. Terserah Anda. Buat diri Anda senyaman mungkin dalam membaca tulisan ini.

Dear Pep Guardiola,

Apa kabarnya? Semoga baik-baik saja ya. Sebelumnya perkenalkan dulu, nama saya Anggoro Berkah, seorang mahasiswa yang akan beranjak dari semester satu ke semester dua. Saya harus memberi tahu Anda bahwa tugas gambar teknik saya sudah selesai (Alhamdulillah ya tuhan). Ini penting lho, serius.

Selain menyukai hal-hal yang berbau eksak(sains), kebetulan saya juga menyukai hal-hal yang berbau nisbi seperti sepakbola. Dan kebetulan lagi, kesebelasan yang saya kagumi di sepakbola adalah Barcelona. Jadi bukan sebuah kebetulan saya menulis tulisan ini kepada Anda. Walau, sepertinya, tulisan ini tidak terlihat seperti surat, malah lebih terlihat seperti koreksi seorang guru kepada muridnya.

Tapi, yah, sudahlah anggap saja seperti itu. Eh, kok saya malah curhat ya? Gapapa ya? Wong saya ini yang nulis, hehe.

Dear Pep Guardiola,

Bagaimana liga inggris? Mengasyikan, menantang atau mengerikan? Dilihat dari dua bulan pertama Anda bersama tim Anda, sepertinya jawabannya adalah mengasyikan, ya? 10 kemenangan berturut-turut di tim yang berlaga di liga (yang katanya) terbaik di dunia. Tentu mengasyikan, bukan?

Anda tidak meraih itu di dua tim sebelumnya. Bahkan, di tim tempat Anda dibesarkan, Anda baru meraih kemenangan di pertandingan ketiga. Saya rasa Anda akan berkata, “Kenapa tidak dari dulu saya melatih di liga ini?”

Ditambah tim Anda ini penuh pemain-pemain muda berpotensi, dan juga keuangan finansial yang berpotensi, hehehe. Kevin De Bruyne, misalnya. Atau, pemain belakang yang harganya setara dua buah mobil Ferrari 250 GTO keluaran tahun 1962. Semua terlihat mengasyikan, bukan?

Dear Pep Guardiola,

Lalu, setelah dua bulan yang amat mengasyikan itu, bagaimana keadaannya? Apa masih mengasyikan? Sepertinya tidak ya?Setelah 10 kemenangan yang asyik itu, yang terjadi malah kebalikannya. Tim Anda malah tidak meraih kemenangan dalam 6 pertandingan berturut-turut. Ya, Anda tidak salah baca, berturut-turut. Tentu itu jauh dari kata mengasyikan.

Ditambah media Inggris yang memang -sedikit- kelewat ngeselin, Isu yang mengaitkan Anda dengan salah satu agen pemain Anda? Wah, itu sih malah mengerikan, mas Pep.

Dan ini yang lebih parah, pemain berpotensi yang tadi saya bilang, malah mengatakan kelemahan tim Anda justru terletak pada diri Anda. Waduh, kalo saya jadi Anda, sudah saya kemplang itu kepalanya. Tapi jangan Anda lakukan ya, dia masih pemain hebat, dan saya yakin Anda membutuhkannya. Cukup nasehati saja dia. Atau, suruh dia baca blog mas Zen RS. Karena, saya pikir dia kurang piknik, hehehe.

Sekarang saya rasa Anda akan berkata, “Kenapa saya melatih di liga ini?”

Dear Pep Guardiola,

Dari yang saya baca, banyak pihak yang berkata bahwa sepakbola tim Anda atau, lebih tepatnya, sepakbola Anda tidak cocok di Inggris. Banyak yang berkata, “Ini Inggris! Jangan kau samakan dengan Spanyol! Apalagi Jerman!”

Dan ada pula yang menyuruh Anda untuk mengganti taktik Anda agar lebih pragmatis. Singkatnya, lebih mengedepankan hasil ketimbang permainan.

Walah, saya sih, cuma bisa tersenyum membaca tulisan itu. Gimana ngga mau tersenyum, wong mereka ini nyuruh Pep Guardiola, bukan Jose Mourinho, apalagi Van Gaal. Ya wes pasti didiemin lah, masih untung dipikirin dulu, ini didenger aja udah kelewat mustahil.

Karena saya tahu, selain keras kepala, Anda adalah orang yang berprinsip. Anda lebih suka mati dengan ideologi Anda sendiri, ketimbang hidup mengikuti ideologi orang lain. Anda lebih suka tim Anda dikalahkan 3-2 dengan memainkan sepakbola Anda, ketimbang tim Anda menang 6-0 dengan bermain asal-asalan.

Saya rasa sekarang Anda akan berkata, “Bukan Pep Guardiola namanya kalau tidak suka yang menantang”.

Dear Pep Guardiola,

Akhir-akhir ini sepertinya tim Anda (dan Anda) sudah mulai kembali ke jalan yang benar. Halah, dikira Anda sesat apa ya.

Sampai surat ini dibuat, Anda sudah memberi kado natal terbaik untuk rakyat Manchester (City). Semoga mereka tetap percaya kepada Anda. Sehingga Anda bisa berlama-lama di Inggris. Karena saya haqqul yaqin bahwa juara liga Inggris tahun 2017-2019 adalah tim Anda.

Dear Pep Guardiola,

Saya sempat berpikir bahwa mungkin Anda tidak akan lama melatih di Inggris. Namun, sepertinya saya salah. Karena apa? Karena Anda adalah Pep Guardiola. Karena Anda tidak menyerah. Karena itulah saya menulis surat ini.

Terakhir, Dear Pep Guardiola,

Selamat Tahun Baru 2017! Salam hangat dari Indonesia! Gracias!

27 Desember 2016
Gambar: twitter @ManCity

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s